Musik dan para komunitasnya,selama ini kita menyimak banyak sekali berbagai genre, paham, serta isi dan pesan-pesan yang terkandungan dari karya musik itu sendiri. Banyak sekali grup-grup band lokal yang bermunculan layaknya jamur disela-sela selangkangan kita (bagi teman-teman yang jarang mandi, SADARLAH !!!), dalam genre-genre tertentu, dalam aliran-aliran yang berbeda, dalam tonggak-tonggak yang masing-masing memiliki misi, dan golongan-golongan semacam partai politik di negeri kita ini.
Dari masing-masing misi tersebut memiliki loyalitas dan yang paling utama bagi sebuah grup musik adalah para penggemar atau bahkan lebih parahnya kita kenal sebagai pemuja (untuk yang addict) berdiri kokoh selayaknya dua sisi mata uang yang selalu saling berkaitan, namun apakah mereka semua itu berada dalam keadaan yang sadar dan tidak sedang mabuk anggur ??? seperti halnya kita ketahui para penggemar-penggemar yang mengidolakan sebuah aliran musik tertentu itu sadar dan apakah mereka mengerti betul sehingga mampu memahami apa arti yang terkandung , atau apakah mereka-mereka itu hanya sekedar menjadi pengikut belaka, biar keren, biar eksis, kemudian terkenal sehingga dapat beranjak ngetop ??? halahhh…dan satu hal…tidak sedikit diantara mereka yang tidak mengerti namun mengapa mereka tidak punya keinginan untuk mencai tahu dan berusaha memahami keadaannya, dan dengan lantangnya mereka mendeklarasikan “nih diri gue !!!”, namun kasihan saja melihatnya, sambil berusaha menahan tertawa karena kebanyakan dari mereka berada di jalan yang salah, sorry mungkin lebih jelasnya adalah jalan yang kurang tepat.
Mereka-mereka itu atau orang-orang seperti itu hanya pantas disebut sebagai oknum didalam dunia musik, mungkin tulisan ini terlalu pedas bagi mereka orang-orang yang merasa, tapi itulah maksud dan inti dari tulisan ini, mereka hanya bias saling mencibir diantara satu scene dengan scene yang lainnya, saling mengolok-olok, bahkan tidak jarang yang ribut diantaranya, saling apalah taik kucing itu namanya, mereka-mereka yang tanpa sedikitpun menjunjung sebuah essensi dari musikalitas itu sendiri (cape deckh !!!). Kita sebetulnya mengerti dan paham betul bahwa negeri ini adalah negeri yang dibentuk oleh para pendahulu kita sebagai negeri dengan generasi bangsa yang konsumtif, tanpa dipikirkan lebih jauh akan berbagai pertimbangan-pertimbangannya, kita ini selalu menghadapi segala sesuatunya tanpa pernah jauh berpikir kedepan, dengan begitu terbentuk semacam ideology kecil pada anak-anak muda saat ini, semuanya dapat diketahui dengan jelas oleh kita ini, apa yang mereka lihat, mereka tahu, mereka dengarkan, tanpa disaring dan pahami langsung ditelannya mentah-mentah.
Sudah seharusnya kita-kita ini sebagai seorang manusia yang terlahir dibekali akal, budi, dan pikiran mulai sadar akan pembodohan ini (SEBELUM TERLAMBAT !!!), tentang semua ketersangkut-pautan ini, sudah seharusnya kita ambil langkah pembaharuan yang sesuai dengan memutuskan benang merah yang dari zaman dahulu saling keterkaitan satu sama lainnya, memang kita tidak boleh melupakan sejarah, namun oleh karena sejarah itu kita harus mampu membuat sesuatu yang lebih berguna pada masa sekarang ini, dan kelak dapat menjadi sejarah pada masa mendatang, ataukah kebanyakan dari kita, kamu, mereka pura-pura tidak sadar, tidak tahu, hingga merasa seperti jagoan kampung dikala mabuk bersama teman-teman tongkrongan, seperti halnya baru menenggak seperempat gelas anggur sudah turn on (CUPU !!!) biar kita terlihat keren dimata teman-teman yang tidak mabuk, namun apalah artinya semua itu !!! hah….halahhhh…..!!!
Kita disini bermusik untuk menghasilkan karya seni yang kreatif dan original, bukan untuk menjadi sebuah gaya didepan orang banyak, walaupun saya, kita, kamu, mereka, sadar dan mengetahui bahwasanya tidak ada satupun yang seratus persen original didalam dunia musik ini, yang ada hanya kreatifitas dengan berbagai inspirasi yang berasal dari mana saja, atau sekali lagi jika kurang jelas, satu contoh kecil bagi yang kerap menonton sinetron-sinetron religius di televisi, disitu diceritakan bahwa banyak orang-orang yang didalam segment awal atau drama tiga babak, dimana ketika memasuki cerita awal dimana sitokoh mulanya sebagai penjahat atau tokoh antagonis lalu kemudian diakhir cerita menjadi tobat dan berubah kelakuannya menjadi sadar lalu kemudian berkelakuan baik, nah pada intinya mendapat hidayah tu orang.
Contoh kecil lagi sama halnya dengan Kurt Cobain, siapa sih yang tidak pernah mendengar dan mengetahui dedikasi musikalitasnya kepada dunia musik, seorang sosok yang fenomenal bersama bandnya Nirvana pada era grunge ditahun 90an, semua orang mengenal mereka adalah tokoh yang mengusung genre Grunge, namun sebelum dia mengibarkan grunge itu sendiri ada band-band serta beberapa sosok pendahulu sebelumnya, yang berarti Kurt Cobain, Dave Grohl, serta Krist Novoselic dengan Nirvananya bukan sebagai penelor dari genre Grunge itu sendiri namun lebih kepada seorang sosok yang berani menggali sebuah potensialitas diri dan melakukan pengembangan terhadap bakat kreatifitasnya, atau kita lihat Billie Joe dkk bersama Grenday-nya yang mengusung genre Pop Punk dengan lirik-lirik yang tajam serta pedas mengenai dunia disekitar kita ini,mulai dari kehidupan sehari-hari, cinta, sosial dan politik pemerintahan, mereka bukanlah sebuah sosok yang pertama menyuarakan hal-hal diatas, namun salut kepada mereka yang menjalani musikalitasnya tersebut dengan stabil, dan tetap eksis dari waktu kewaktu tanpa terkena demam wabah dan imbasnya, kita lihat grenday tumbuh pada waktu grunge yang disuarakan oleh kalangan seatlle sedang berada dipuncak kejayaannya, namun mereka tetap konsisten dan konsekuen dengan suara hati yang disampaikannya itu hingga saat ini, terbayangkah oleh kalian konsistensi mereka-mereka hingga saat ini.
Atau dari dalam negri kita yang tercinta ini, kita tahu bagaimana Pas band, yang beraliran rock, dan siapa yang tidak mengenal nama Puresaturday, yang mengusung aliran rock alternative, hingga sebuah nama yang begitu beken dikalangan scene Underground kita yaitu Arian13 dengan band nya kala itu, Puppen, yang berkutat didunia hardcore, dan masih banyak beberapa contoh lainnya namun hanya diambil beberapa sekelumit contoh kecil, memang jika bangsa ini bila dibandingkan dengan bangsa-bangsa diluar masih sangat jauh beratus-ratus langkah kedepan, namun dengan begitu seharusnya kita sebagai generasi muda yang sangat tertarik pada dunia musik, baik itu sebagai sebuah band, solois, atau hanya penikmat belaka sudah saatnya (HARUS) melihat dan (HARUS) mampu menganalisis suatu sisi yang positif dari mereka sebagai orang yang lebih dahulu maju, semua itu hanya masalah waktu saja, kita juga yakin mereka itu pada awalnya bukanlah apa-apa, hingga sampai saat ini sudah menjadi apa-apa dengan sederet hits, dan karya musik yang sudah tidak asing lagi ditelinga kita-kita. Untuk itu, begitu kita berdiri baik itu diatas panggung dengan memegang suatu instrumen musik tertentu, atau hanya sekedar berada didepan panggung melakukan moshing, tapi dengan keadaan yang sadar dan mengerti apa yang diperdengarkan oleh mereka-mereka yang ada di depan, jangan hanya sekedar moshing, moshphit, ataupun stage diving, lalu kemudian orang yang berada didepan, disamping atau dimanapun mereka tersenggol, lalu dia tidak terima, kemudian ribut, berantem, saling hajar, pukul, tending, dan oleh karena tidak terima antara yang satu dengan yang lainnya….(kalau ngga mau tersenggol pulang aja, bobo !!!)
Tulisan ini ditulis, atau lebih jelasnya diketik dengan media computer, dan terus terang dikerjakan dengan keadaan sadar seratus persen, dan semoga semua yang membaca ini dapat sadar dan mengerti tentang essensi dan maksud didalam kandungannya sebelum menjalankan dengan berbagai konsekuensi serta .dilandasi dengan penuh tanggung jawab.